JAKARTA, DiksiNow.id – Timnas Indonesia menelan kekalahan terberatnya dalam sejarah pertemuan melawan Jepang dengan skor 0-6 di Stadion Suita, Osaka Selasa, (10/6/2025). Meski sudah dipastikan lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda tampil tanpa daya melawan Samurai Biru yang menguasai 70.9% bola dan melepaskan 22 tembakan dan 10 diantaranya on target. Sementara Indonesia, tak mencatatkan satu pun tembakan ke gawang lawan.
Kronologi Pertandingan dan Runtuhnya Pertahanan Garuda
Jepang menghancurkan tembok Garuda yang dijaga Jay Idjez, Hilgres, dan Hubner sejak menit awal. Jepang yang menumpuk pemain di tengah membuat aliran bola sulit dibendung oleh pasukan Garuda di area tengah yang di isi Joey dan Haye.
Menit 15′ Daichi Kamada membuka skor dengan sundulan kepala menyambut umpan silang Shunsuke Mito, meski kiper Emil Audero hampir menepis, namun bola kemudian tergelincir pelan melewati garis dan gol.
Menit 19′ Giliran Takefusa Kubo menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan Audero .
Menit 45+6′ giliran Kamada mencetak brace dengan dribel melewati tiga pemain Indonesia (Hilgers, Idzes, Audero) sebelum menuntaskan ke gawang.
Kevin Diks dan Yakob Sayuri harus diganti akibat cedera, memperparah disorganisasi lini belakang Indonesia. Babak Pertama Indonesia kebobolan 3 gol tanpa balas.
Babak Kedua, Jepang Tambah Penderitaan
Menit 55′ Ryoya Morishita mencetak gol debutnya lewat voli akurat dari kerja sama dengan Machino.
Menit 58′ giliran Shuto Machino mencetak gol kelima usai menerima umpan chip spektakuler Kubo. Umpan itu gagal di intersep Hilgres karena laju bola cukup deras.
Jepang terus bombardir pertahanan Indonesia. Emil Audero sejatinya banyak menyelamatkan gawang dari kebobolan dengan 6 penyelamatan penting. Begitu juga trio pertahanan Indonesia, Idjez, Hilgres dan Hubner beberapa melakukan cleren.
Tepat Menit 80′ Mao Hosoya menutup golongan dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Keunggulan Jepang atas Indonesia 6-0.
Faktor Kekalahan: Analisis Teknis dan Strategis
Ada ketimpangan teknis yang jauh antara Timnas Indonesia dengan Timnas Jepang. Statistik menyebutkan, Indonesia hanya memiliki 267 umpan (akurasi 75.7%) vs 645 umpan Jepang (akurasi 90.4%).
Indonesia juga gagal bangun serangan. Ketergantungan pada Ole Romeny yang dijadikan targetmen sendirian didepan mudah dibaca Jepanh. Sementara lini tengah Indonesia kewalahan hadapi pressing.
Serangan balik yang di coba Indonesia selalu kandas
akibat Jepang menumpuk pemainnya ditengah. Tom Haye, Joey Pellupesy tak berkutik saat mencoba membawa bola akibat selalu ditempel ketat oleh pemain Jepang.
Tekanan ini membuat konsentrasi pemain timnas Indonesia roboh. Dua gol Jepang tercipta dalam selang kurang lebih 4 menit. Gol 1-2 di babak pertama, gol 4-5 di babak kedua, menunjukkan kerapuhan fokus pemain timnas Indonesia dalam laga itu.
Sedangkan taktik Kluivert, justru tak membekas. Pergantian pemain, Ricky Kambuaya, Shayne Pattynama, Stefano Lilipaly tak mengubah dinamika permainan. Formasi 3-4-3 gagal menahan serangan sayap Jepang, terutama di sisi kiri.
Luka yang Harus Jadi Kekuatan
Kekalahan 0-6 bukan hanya statistik buruk, tapi cermin, jarak kualitas antara Indonesia dengan elite Asia. Hasil buruk itu menjadi ujian sesungguhnya di mana Indonesia harus berbenah dari setiap kelemahan yang terekspos di Osaka.
“Saya sangat kecewa, tapi kami perlu belajar dari situasi ini. Ini momen penting bagi saya sebagai pelatih, juga bagi tim,” katanya usai laga. “Ini pelajaran, bukan akhir perjalanan,” sambungnya.
Dampak pada Klasemen Grup C
Meski kalah telak, Indonesia tetap finis di posisi ke-4 dengan perolehan 12 poin, dan lolos ke babak keempat. Sedangkan Jepang mengamankan puncak grup dengan 23 poin.
Pencapaian Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia putaran ke 3 itu merupakan sejarah baru bagi timnas Indonesia maupun tim tim negara Asean. (*)






