Jatim Sportiv Festival Haornas ke 42, Momentum Jawa Timur Perkuat Prestasi dan Sport Science

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, DiksiNow.id – Jawa Timur menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem olahraga berkelanjutan melalui gelaran Sportiv Festival Haornas XLII 2025. Kegiatan yang digelar di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (26/9) siang, tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum refleksi atas prestasi serta penguatan sport science sebagai penopang peningkatan kualitas atlet.

Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan bahwa setiap event olahraga harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus mengukur pencapaian. “Momentum itu kita refleksikan dengan prestasi. Prestasi ukurannya adalah kemenangan di setiap event, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

 

Sport Science Jadi Penopang Prestasi Atlet Jatim

Dalam kesempatan itu, Nabil menekankan pentingnya peran sport science. Jawa Timur menjalin kolaborasi erat dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memiliki pusat sport science unggulan. Melalui riset dan pendampingan ilmiah, diharapkan pembinaan atlet Jatim semakin terarah.

Baca Juga:  Kodam V Brawijaya dan KONI Jatim Perkuat Kolaborasi Lahirkan Atlet Berprestasi

Bahkan, dukungan pendidikan juga diberikan. Atlet berprestasi memperoleh beasiswa S1, S2, hingga S3 sebagai motivasi tambahan. “Ini pemicu adrenalin agar anak-anak semangat berolahraga sekaligus berpendidikan. Jadi, ketika selesai menjadi atlet, mereka tetap bisa perform di bidang lain,” jelas Nabil.

Program ini diharapkan mampu menjaga masa depan atlet agar tidak menghadapi kesulitan setelah pensiun dari dunia olahraga.

 

Beasiswa sebagai Rangsangan Motivasi

Data yang dipaparkan menunjukkan, tahun ini saja tersedia 25 beasiswa S1, 5 beasiswa S2, dan 5 beasiswa S3 bagi atlet Jatim. Sebelumnya, berbagai fasilitas juga telah diberikan, termasuk keringanan tugas akademik hingga kesempatan menjadi asisten dosen.

“Bahkan, ada atlet yang baru berangkat ke PON saja sudah mendapat dukungan, apalagi setelah meraih medali. Ini penting untuk menjaga semangat mereka tetap menyala,” tambahnya.

 

Harapan untuk SDM Unggul

Nabil menegaskan bahwa olahraga bukan hanya tentang medali, melainkan juga tentang pembentukan SDM unggul, sehat, dan tangguh. Dengan masyarakat yang gemar berolahraga, diharapkan Jawa Timur dapat melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global.

Baca Juga:  Oxford United Bungkam Arema FC 4-0, Melenggang ke Final Piala Presiden 2025

“Olahraga harus berjalan seiring dengan pendidikan. Jika keduanya seimbang, maka atlet kita bukan hanya juara di arena, tetapi juga sukses dalam kehidupan,” tutup Nabil.

 

Olahraga sebagai Gerakan Masyarakat

Selain mengejar prestasi, Sport Festival 2025 juga mengusung misi membangun budaya olahraga di masyarakat. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Hadi Wawan, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Jatim, UNESA, KONI, serta berbagai mitra.

“Festival ini bukan sekadar event, melainkan gerakan. Tujuannya mengedukasi dan memasyarakatkan olahraga sejak usia dini,” kata Hadi.

Dalam festival, masyarakat terutama pelajar diajak mengenal berbagai cabang olahraga melalui simulasi permainan. Dengan pendekatan sederhana, olahraga diharapkan lebih mudah diterima dan menjadi bagian gaya hidup sehat.

Baca Juga:  Kembangkan Metode Latihan Rapid Shooting, Salah Satu Legenda Panahan Indonesia Raih Gelar Doktor

 

Sport Science dan Industri Olahraga

Dispora Jatim juga menekankan tiga misi utama dalam pengembangan olahraga daerah. Meliputi memasyarakatkan olahraga sejak dini, menguatkan sport science sebagai dasar pembinaan prestasi, mendorong tumbuhnya industri olahraga sebagai penopang kemandirian.

“Kalau industri olahraga tumbuh, maka kemandirian olahraga akan tercapai. Kegiatan bisa berjalan lebih sustain karena ada dukungan dari sektor industri,” terang Hadi.

 

Kearifan Lokal sebagai Media Edukasi

Uniknya, festival ini juga menghadirkan permainan tradisional seperti ketapel atau baling-baling ketapel. Permainan sederhana tersebut memiliki nilai edukatif sekaligus melatih fokus, kekuatan otot, hingga daya juang.

“Olahraga tidak selalu mahal. Dengan permainan tradisional, generasi muda bisa belajar sportivitas, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Apalagi banyak anak kota yang mungkin tidak mengenal permainan ini,” ungkap Hadi.(*)

Berita Terkait

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino
Kejurprov Renang Jatim 2026 Dijadwalkan di Sidoarjo April Mendatang
Dugaan Pelecehan Atlet Kick Boxing, Ketum KONI Jatim Hormati Proses Hukum
Pengcab Inkanas Jatim Dukung Johanes Koento Maju Jadi Ketum Forki Jatim
Veda Pratama Bertengger di 5 Besar Klasemen Dunia Moto 3
Keren: Veda Pratama Finis Posisi 5 di Moto3
Orado Jombang Resmi Terbentuk, Fokus Cetak Atlet Domino dari Kalangan Pelajar
1.000 Pelari Ramaikan Jombang Fun Run 2 di Kota Santri

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:16

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:59

Kejurprov Renang Jatim 2026 Dijadwalkan di Sidoarjo April Mendatang

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:56

Dugaan Pelecehan Atlet Kick Boxing, Ketum KONI Jatim Hormati Proses Hukum

Senin, 9 Maret 2026 - 19:57

Pengcab Inkanas Jatim Dukung Johanes Koento Maju Jadi Ketum Forki Jatim

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:57

Veda Pratama Bertengger di 5 Besar Klasemen Dunia Moto 3

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16