TRENGGALEK, Diksinow.id – Setelah dua hari melakukan pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan sebanyak 5 korban bencana tanah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit menyampaikan bahwa seluruh korban yang berjumlah lima orang telah ditemukan, satu orang dalam kondisi hidup dan empat orang dalam kondisi meninggal.
“Pada hari pertama operasi SAR, Sabtu (1/11) pukul 23.50 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban atas nama Wijianto dalam kondisi hidup. Kemudian pada hari kedua, Minggu (2/11), empat korban lainnya kembali ditemukan dan dievakuasi,” jelas Nanang.
Adapun keempat korban yang ditemukan pada hari kedua masing-masing bernama Syarif (pukul 00.05 WIB), Welas (pukul 00.15 WIB), Rohman (pukul 09.00 WIB), dan Fajar (19) (pukul 09.30 WIB). Keempat korban ini ditemukan dalam kondisi meninggal, jenazah mereka kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya dalam merespon laporan kejadian ini, petugas mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan potensi SAR yang berada di lokasi kejadian, guna berkoordinasi, melakukan assesment dan menentukan strategi pencarian korban.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara manual dengan menggunakan alat gali sederhana seperti cangkul dan sekop.
Ttim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain minimnya penerangan saat pencarian dini hari serta risiko longsor susulan.
“Selama proses pencarian berlangsung, kami menempatkan safety officer untuk mengawasi keamanan tim di lapangan. Petugas ini bertugas memberikan peringatan apabila muncul tanda-tanda bahaya,” ujarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.(*)






