SURABAYA, Diksinow.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur terus berupaya keras mengidentifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Hingga Minggu siang, tim telah menerima 32 kantong jenazah.
Menurut Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan, di Posko Post Mortem RS Bhayangkara Surabaya, dari total tersebut, tiga jenazah berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Diantaranya, Firman Nur (16 tahun), Mohamad Azka Ibadurrahman (13 tahun), dan Daul Milal (15 tahun). Ketiganya merupakan warga Surabaya.
“Proses identifikasi jenazah terus dipercepat melalui identifikasi data ante mortem dan post mortem. Setelah identifikasi selesai, langsung diserahkan ke pihak keluarga”, ujarnya.
Saat ini, RS Bhayangkara masih menyimpan 28 jenazah dan satu bagian tubuh (body part) yang belum teridentifikasi. Tim DVI terus bekerja untuk mencocokkan data-data yang ada agar identifikasi dapat segera diselesaikan.
Pihak kepolisian terus mengimbau kepada keluarga korban untuk memberikan data ante mortem yang lengkap guna mempercepat proses identifikasi.
Tim gabungan DVI yang terdiri dari tenaga medis, INAFIS, kedokteran forensik, dan kedokteran kesehatan Polda Jatim dilibatkan dalam proses ini.






