Tragedi Sunyi di Lereng Rinjani

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi Juliana Marins pendaki asal Brasil berusia 26 tahun, yang ditemukan tak bernyawa setelah jatuh ke jurang dalam pendakiannya menuju puncak Gunung Rinjani, Lombok, NTB.

Proses evakuasi Juliana Marins pendaki asal Brasil berusia 26 tahun, yang ditemukan tak bernyawa setelah jatuh ke jurang dalam pendakiannya menuju puncak Gunung Rinjani, Lombok, NTB.

LOMBOK NTB, DiksiNow.id — Gunung Rinjani, yang menjulang megah di Pulau Lombok, sering kali dipuji karena keindahannya yang memukau. Tapi minggu lalu, gunung ini menjadi saksi bisu tragedi yang mengguncang lintas negara.

Betapa tidak, Juliana Marins, pendaki asal Brasil berusia 26 tahun, ditemukan tak bernyawa setelah jatuh ke jurang dalam pendakiannya menuju puncak.

Juliana Marins datang ke Indonesia sebagai bagian dari perjalanan keliling Asia. Ia dikenal sebagai pribadi ceria, lulusan Universitas Federal Rio de Janeiro, dan bekerja di bidang kehumasan.

Pada Sabtu (20/06/2024), bersama lima turis asing dan satu pemandu lokal, ia memulai pendakian melalui jalur Sembalun, jalur yang dikenal menantang tapi juga menawarkan panorama yang luar biasa. Namun sayang, keindahan itu berubah menjadi bahaya hanya dalam satu malam.

Keesokan paginya, saat rombongan mencapai titik Cemara Nunggal, sebuah jalur sempit yang diapit jurang dalam, Juliana mengaku kelelahan.

Ia memutuskan untuk berhenti dan beristirahat, atas saran sang pemandu. Rombongan lainnya pun melanjutkan perjalanan ke puncak, meninggalkan Juliana sendirian.

“Saat itu kami pikir dia aman, tempatnya cukup terbuka dan stabil,” ujar pemandu tersebut, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga:  Gara gara Miras, Teman Bacok Teman di Jombang

Ketika rombongan kembali beberapa jam kemudian, Juliana sudah tak ada. Yang terlihat hanyalah cahaya senter dari bawah jurang. Suara minta tolong sempat terdengar, dan rekaman drone dari seorang turis menunjukkan ia masih hidup dan terluka, tapi tetap bergerak.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan usia menerima laporan. Namun, medan curam dan cuaca tak bersahabat menjadi tantangan besar. Kabut tebal menutup jarak pandang Tim dan titik lokasi Juliana, diperkirakan berada di kedalaman 500 hingga 600 meter.

“Visibilitas hampir nol. Kami bahkan tak bisa terbangkan drone dengan stabil,” kata Mohammad Syafii, Kepala Basarnas Mataram.

Beberapa kali posisi Juliana terpantau melalui drone thermal, tapi tak ada kepastian apakah ia masih hidup. Hingga akhirnya, pada Rabu (24/06/2025) sore, tim penyelamat berhasil mencapai lokasinya. Juliana ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Evakuasi jenazah pun bukan perkara sederhana. Medan yang licin dan berbatu membuat proses pengangkatan dilakukan secara manual dengan sistem tali. Butuh waktu lebih dari sehari penuh untuk membawa jenazah ke posko utama di Sembalun, sebelum akhirnya diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram.

Baca Juga:  Dampak Gempa M5,7 di Banyuwangi, Sejumlah Rumah di Situbondo Rusak

“Kami kekurangan tali panjang dan alat penyelamatan di lokasi. Sebagian harus diangkut dari Mataram,” kata Mustaal, salah satu pegiat alam yang ikut membantu pencarian.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menambahkan bahwa helikopter penyelamat memiliki batas ketinggian operasional. “Lokasinya terlalu tinggi dan terlalu curam. Risiko rotor wash malah bisa memperburuk situasi,” jelasnya

Ketika Harapan Tidak Sampai

Bagi keluarga Juliana di Brasil, fakta bahwa ia sempat terlihat masih hidup namun tak bisa segera diselamatkan adalah luka tersendiri. “Dia tidak hilang, dia ditinggalkan,” tulis akun @resgatejulianamarins di Instagram. Kejadian itu sempat membuat nitijen Brazil membuat komunitas untuk menggalang dukungan dan menuntut penjelasan.

Tak hanya publik Brasil, komentar juga mengalir dari berbagai penjuru dunia. Akun media sosial resmi pemerintah Indonesia bahkan dibanjiri kecaman dan tagar #JusticeForJuliana.

Sunyi yang Tak Terjawab

Juliana Marins mungkin tidak sempat mengabari keluarganya tentang kelelahan yang ia rasakan di Cemara Nunggal. Tapi kesunyian yang dia rasakan sendirian di tengah dinginnya alam hingga ajal menjemputnya, tengah berbicara akan pentingnya kesiapan, tanggung jawab, dan empati dalam wisata alam.

Baca Juga:  Truk Kontainer Terguling di Jombang, Timpa Mobil dan Motor Parkir, Satu Orang Luka

Bagi banyak pihak, insiden ini lebih dari sekadar kecelakaan. Ini adalah pengingat bahwa keindahan alam juga mengandung risiko besar jika tidak dikelola dengan baik. Pegiat alam Galih Donikara mengatakan, “Rinjani memang indah, tapi tanpa sistem penyelamatan yang kuat, keindahan itu bisa jadi bencana,” katanya, dikutip dari kompas.com.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, sempat menangapi tragedi tersebut. Ia menyatakan bahwa evaluasi SOP pendakian sedang dilakukan. Tak itu saja Taman Nasional Gunung Rinjani juga menyatakan akan meninjau ulang jalur Cemara Nunggal dan menambah fasilitas keselamatan.

“Kami akan perkuat pengawasan dan pelatihan pemandu wisata alam ekstrem,” katanya dalam wawancara dengan Suara.com.

Kini jenazah Juliani telah berada di rumah sakit, menanti proses autopsi dan pemulangan ke Brasil.

Sumber: CNN Indonesia, Kompas.com, Antara News, Detik.com, Tempo.co, Media Indonesia, BBC Indonesia, Suara.com, @resgatejulianamarins

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Jombang, Pohon Tumbang Timpa Mobil
Mobil Pemudik Hantam Pohon di Gudo Jombang, Enam Orang Luka
Kecelakaan Maut Jombang: Ayla Tabrak Truk di Diwek, Nenek 72 Tahun Tewas
Motor Roda Tiga Terbakar Saat Pawai Takbiran di Jombang
Petasan Meledak Saat Takbiran, 3 Anak Luka Parah
Kematian Ibu dan Anak di Eks Aspol Jombang Terungkap, Polisi Pastikan Bunuh Diri
Proyek Rp 3,9 Miliar, Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk Meski Baru 3 Bulan
Ledakan Elpiji Hancurkan Rumah Kontrakan di Jombang, Tiga Penghuni Luka Bakar
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:17

Angin Kencang Terjang Jombang, Pohon Tumbang Timpa Mobil

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:24

Mobil Pemudik Hantam Pohon di Gudo Jombang, Enam Orang Luka

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:27

Kecelakaan Maut Jombang: Ayla Tabrak Truk di Diwek, Nenek 72 Tahun Tewas

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:13

Motor Roda Tiga Terbakar Saat Pawai Takbiran di Jombang

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:18

Petasan Meledak Saat Takbiran, 3 Anak Luka Parah

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16