Ketua KPU RI Ajak Lulusan Pesantren Percaya Diri Hadapi Zaman

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO, DiksiNow.id  – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Mochammad Afifuddin, memberikan pesan kuat dan inspiratif kepada para lulusan perguruan tinggi berbasis pesantren. Ia menegaskan bahwa lulusan sarjana dari pesantren tak perlu minder atau merasa tertinggal di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Pesan itu disampaikan Afif saat menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda ke-5 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin (STAISAM) yang digelar di Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/7/2025). Dalam acara yang dihadiri 170 wisudawan dari empat program studi ini, Afif mengajak para sarjana agar tetap percaya diri, terus belajar, dan berani bermimpi besar.

“Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Maka para santri dan lulusan kampus keagamaan harus punya imajinasi positif tentang masa depan. Mau jadi apa? Mau mencapai apa? Bayangkan itu dan kejar dengan pengetahuan,” kata Afif yang juga merupakan alumnus pondok pesantren di Mojokerto.

Baca Juga:  Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Jie Ko Ming di Tangkap Warga

Afif, yang kini menjabat Ketua KPU RI, mengaku dirinya hanya lulusan tafsir hadits dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namun bisa menempati posisi strategis di lembaga nasional. Hal itu, menurutnya, tak lepas dari keberanian berimajinasi, mencari inspirasi, serta tekad untuk terus menambah pengetahuan di mana pun berada.

“Kita butuh inspirator, orang-orang yang bisa menyemangati kita. Lalu kita kejar pengetahuan agar mampu mencapai imajinasi kita. Jangan berhenti belajar,” tegasnya.

Lulusan Pesantren Harus Bangga, Punya Kelebihan Adab

Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Prof. Akh. Muzakki, yang juga Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, turut menyampaikan pesan mendalam dalam orasi ilmiahnya. Ia meminta para wisudawan dan orang tua tidak meremehkan latar belakang pesantren, justru harus bangga karena memiliki “modal utama” yang tak dimiliki banyak lulusan lain: adab.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar di Kota Malang Dibekali Pengetahuan Penyelamatan

“Adab adalah keunggulan kita. Pengetahuan bisa dicari, tapi adab adalah perilaku yang tertanam. Ini bekal penting di era kompetitif yang serba cepat seperti sekarang,” tegas Prof. Muzakki.

Ia juga mengingatkan para sarjana untuk terus mengkaji ilmu yang telah diperoleh. Di tengah maraknya penggunaan gawai dan dominasi algoritma media sosial, banyak generasi muda justru malas berpikir. Ia menyitir istilah “brain rot”—istilah yang dinobatkan Oxford University Press sebagai kata tahun 2024—yang menggambarkan kemunduran fungsi otak akibat pola hidup digital yang tidak seimbang.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat di Jombang Siap Dibuka 14 Juli, Ini Daftar Lengkap Guru dan Tenaga Kependidikan

“Jangan sampai kita mengalami brain rot. Teruslah muthola’ah, mengaji dan mengkaji ilmu. Jangan biarkan otak kita membusuk karena tidak dipakai,” pesannya.

Empat Prodi dan Pondasi Pesantren

Wisuda ke-5 STAISAM ini diikuti oleh mahasiswa dari empat program studi: Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Manajemen Pendidikan Islam. Kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin yang diasuh oleh Dr. KH. Abdur Rokhim.

Dengan semangat keilmuan dan akar pesantren, para lulusan STAISAM diharapkan dapat membawa nilai-nilai Islam ke tengah masyarakat dan menjadi agen perubahan yang kuat, beradab, serta adaptif terhadap tantangan zaman.

Berita Terkait

Ritual Melasti di Lereng Gunung Anjasmoro Sambut Nyepi 1948
Ramadan : Antara Rapat Pemerintahan dan Sorban Mengajar Santri
Ramadan : Gus Fahmi Tebuireng Ungkap Penyebab Pahala Puasa Hilang
Senyum Santri di Bulan Suci, Berkah Bantuan Asrama dari BRI untuk Ponpes Darul Muttaqin
Ramadan: Saat Kesalehan Personal Diuji oleh Ketimpangan Struktural
Jalur Pendakian Baru Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang, Hadirkan Pengalaman Baru
Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Terkait Dana Komite untuk Honorer
Dua Guru di Luwu Utara Dipecat karena Bantu Honorer Tak Digaji

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:04

Ritual Melasti di Lereng Gunung Anjasmoro Sambut Nyepi 1948

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:34

Ramadan : Antara Rapat Pemerintahan dan Sorban Mengajar Santri

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:28

Ramadan : Gus Fahmi Tebuireng Ungkap Penyebab Pahala Puasa Hilang

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:40

Senyum Santri di Bulan Suci, Berkah Bantuan Asrama dari BRI untuk Ponpes Darul Muttaqin

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:08

Ramadan: Saat Kesalehan Personal Diuji oleh Ketimpangan Struktural

Berita Terbaru

Daerah

BRI Bantu 11 Kelompok Tani Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 24 Apr 2026 - 07:33

Ekonomi Bisnis

Pelindo TPS Catat Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Rabu, 22 Apr 2026 - 16:38

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16