Jalur Alternatif Penghubung Jombang – Lamongan Longsor, Ribuan Jiwa Terancam Terisolir

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, DiksiNow.id – Jalur alternatif penghubung Jombang – Lamongan di Kabupaten Jombang Jawa Timur, longsor usai di terpa hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, ribuan warga yang berada di dua desa terancam terisolir.

Jalur alternatif penghubung Jombang – Lamongan yang longsor ini berada di jalan utama Desa Cupak – Asem Gede, Kecamatan Ngusikan. Longsor terjadi pada Selasa (21/10/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Jalan yang memiliki lebar 6 meter yang terbuat dari beton itu, seluruhnya amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan. Bahkan, longsoran nampak memanjang hingga mencapai 50 meter.

Baca Juga:  Daop 8 Catat Sebanyak 39.897 Penumpang Kereta Cuti Bersama Idul Adha

“Ambrolnya itu sebelum Magrib, tiba-tiba saja longsor dan cor jalannya ikut amblas,” ujar Didik Sadianto, warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Didik mengaku, jalan yang longsor ini merupakan satu satunya akses warga menuju ke pusat kecamatan dan ke kota. Tak itu saja, warga yang hendak bekerja juga harus melalui jalan ini karena tidak ada jalan lain yang bisa dilalui.

Akibat peristiwa ini, warga hanya bisa melintas dengan berjalan kaki, sementara pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati melewati jalur yang tersisa.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Mojoagung Jombang, Dua Perempuan Tewas Terlindas Truk Tronton

“Kalau motor masih bisa lewat, tapi mobil sudah tidak bisa. Jalannya cuma ini, kalau memutar lewat Lamongan jauh sekali,” keluh Didik.

Kepala Desa Asemgede, Lasinah mengatakan, jalur tersebut adalah urat nadi ekonomi dan sosial. Putusnya akses membuat distribusi hasil pertanian terganggu, sementara anak sekolah dan pekerja harus menempuh jarak lebih jauh.

“Ini jalan utama kami, kalau putus begini susah sekali aktivitasnya. Kalau Desa Asem Gede 702 Jiwa desa lain lebih kurang 300 jadi ribuan yang terancam terisolir,” katanya.

Baca Juga:  Perempuan Jombang di Garda Depan Gerakan Anti Plastik

Lasinah menyebut, longsoran di jalan itu lebih disebabkan hujan deras. Longsor jalan merupakan peristiwa yang kedua kali di tahun 2025.

“Jalan ini merupakan infrastruktur baru hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Jombang tahun 2024. Tahun lalu jalan ini juga sempat putus, lalu dicor dan dibuatkan duiker. Tapi sekitar April kemarin sudah mulai ada longsor kecil. Kini longsor lagi dan cukup lebar,” katanya.

Saat ini, tim BPBD Jombang dan Dinas PUPR sudah berada di lokasi. Rencananya jalan akan diperbaiki dan dibuatkan jalan darurat agar roda empat bisa melintas.

Penulis : ami

Editor : miftah

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Jombang, Pohon Tumbang Timpa Mobil
Mobil Pemudik Hantam Pohon di Gudo Jombang, Enam Orang Luka
Kecelakaan Maut Jombang: Ayla Tabrak Truk di Diwek, Nenek 72 Tahun Tewas
Motor Roda Tiga Terbakar Saat Pawai Takbiran di Jombang
Petasan Meledak Saat Takbiran, 3 Anak Luka Parah
Kematian Ibu dan Anak di Eks Aspol Jombang Terungkap, Polisi Pastikan Bunuh Diri
Proyek Rp 3,9 Miliar, Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk Meski Baru 3 Bulan
Ledakan Elpiji Hancurkan Rumah Kontrakan di Jombang, Tiga Penghuni Luka Bakar

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:17

Angin Kencang Terjang Jombang, Pohon Tumbang Timpa Mobil

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:24

Mobil Pemudik Hantam Pohon di Gudo Jombang, Enam Orang Luka

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:27

Kecelakaan Maut Jombang: Ayla Tabrak Truk di Diwek, Nenek 72 Tahun Tewas

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:13

Motor Roda Tiga Terbakar Saat Pawai Takbiran di Jombang

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:18

Petasan Meledak Saat Takbiran, 3 Anak Luka Parah

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16