JOMBANG, DiksiNow.id – Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung hingga Jumat (6/3/2026) pagi setelah mengalami keracunan saat berbuka puasa bersama.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Dwi Riski Wulandari, mengatakan seluruh pasien yang datang pada Kamis (5/3/2026) malam langsung menjalani rawat inap untuk observasi medis.
“Semalam kami menerima 28 pasien. Semuanya dirawat di 11 kamar. Usia pasien paling muda 12 tahun dan paling tua 21 tahun,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi para santri secara umum tidak tergolong berat. Namun tim medis tetap melakukan pemantauan karena keluhan yang dialami setiap pasien berbeda.
Dari total pasien yang dirawat, tiga santri mendapatkan penanganan dokter spesialis penyakit dalam, sementara sisanya ditangani dokter anak. Beberapa pasien juga direncanakan dipulangkan jika kondisi mereka stabil.
“Rata-rata kondisinya tidak parah, tetapi tetap perlu observasi. Insyaallah enam pasien rencananya bisa dipulangkan hari ini,” katanya.
Peristiwa keracunan tersebut terjadi pada Kamis petang saat para santri berbuka puasa bersama di lingkungan pondok pesantren. Tak lama setelah makan, sejumlah santri mulai mengeluhkan pusing dan mual.
Menjelang salat Tarawih sekitar pukul 19.40 WIB, puluhan santri muntah hampir bersamaan hingga sebagian harus dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Hingga kini, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para santri.






