MBG Tetap Disalurkan Sesuai Kehadiran Siswa

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan skema penyaluran yang menyesuaikan kehadiran siswa di sekolah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bantuan makanan hanya diberikan saat siswa masuk sekolah, dan otomatis dihentikan ketika libur.

“Untuk anak sekolah, MBG diberikan sesuai hari kehadiran. Kalau sekolah lima hari, ya lima hari. Kalau enam hari, ya enam hari,” ujar Dadan, Jumat (27/3/2026).

Mayoritas sekolah di Indonesia sendiri saat ini menerapkan sistem lima hari belajar, sehingga penyaluran MBG umumnya mengikuti pola tersebut.

Baca Juga:  Truk Bermuatan Etanol Tabrak Mobil Patroli di Tol Jombang, Dua Petugas Luka Serius

Penyaluran Berbasis Kehadiran

BGN menjelaskan, mekanisme distribusi MBG dilakukan berbasis data penerima yang sudah terdaftar. Makanan yang diberikan berupa makanan segar siap santap dan dikirim langsung ke lokasi penerima.

Penyalurannya dibedakan berdasarkan kelompok sasaran:

  • Siswa menerima di sekolah
  • Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui posyandu atau rumah
  • Santri mendapatkannya di lingkungan pesantren

Jika kegiatan belajar berhenti atau libur, maka distribusi MBG juga ikut dihentikan.

Baca Juga:  PJR Polda Jatim Turunkan Gatotkaca di Tol Nganjuk–Ngawi

Fokus Kualitas di 2026

Di tahun 2026, BGN menitikberatkan program pada peningkatan kualitas, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga efektivitas program sekaligus memastikan manfaat gizi benar-benar dirasakan oleh penerima.

Wacana Efisiensi Anggaran

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut adanya potensi efisiensi anggaran dari program MBG.

Salah satu skenario yang dibahas adalah pengurangan hari pemberian dari enam menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diperkirakan bisa menghemat hingga Rp40 triliun per tahun.

Baca Juga:  Jejak Militer Try Sutrisno Hingga Kursi Wakil Presiden

Meski demikian, BGN menegaskan bahwa implementasi di lapangan tetap mengikuti hari aktif sekolah, bukan sekadar pemangkasan jadwal.

Respons Kondisi Global

Upaya efisiensi ini juga tidak lepas dari tekanan ekonomi global, termasuk dampak konflik geopolitik yang memengaruhi harga energi dan anggaran negara.

Pemerintah kini mencoba menyeimbangkan antara keberlanjutan program sosial dan efisiensi fiskal.

Berita Terkait

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo
Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman
Khofifah Terapkan WFH ASN Jatim Setiap Rabu, Strategi Tekan Konsumsi BBM
Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN
Kasus Penyiraman Andrie Yunus Memanas, Kepala BAIS Mundur
WFA Libur Nataru 2025/2026 Efektif Urai Kemacetan Nasional, Korlantas: Pergerakan Kendaraan Lebih Merata

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:18

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:41

Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:28

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:21

Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:18

Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16