Kasus Penyiraman Andrie Yunus Memanas, Kepala BAIS Mundur

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki fase baru. Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Yudi Abrimantyo, resmi melepas jabatannya.

Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (25/3) malam.

“Hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia.

Mundur sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Menurut Aulia, pengunduran diri Yudi merupakan bentuk tanggung jawab atas kasus yang melibatkan anggotanya. Namun, belum dijelaskan siapa yang akan menggantikan posisi tersebut.

Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menilai langkah itu sebagai contoh positif dalam penegakan tanggung jawab di institusi militer.

Baca Juga:  MBG Tetap Disalurkan Sesuai Kehadiran Siswa

“Ini contoh yang baik dan semoga bisa ditiru,” ujarnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa proses hukum harus tetap berjalan hingga tuntas.

Kondisi Andrie Masih Kritis

Pihak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terbaru Andrie Yunus yang masih menjalani perawatan intensif.

Tim dokter menemukan adanya gangguan aliran darah (iskemia) pada bagian mata kanan, yang menyebabkan penipisan jaringan. Untuk menangani hal tersebut, tim medis telah melakukan operasi lanjutan.

Prosedur yang dilakukan meliputi:

  • Penutupan area terbuka pada mata
  • Pemasangan membran amnion
  • Pemasangan lensa pelindung
  • Pencangkokan jaringan dan kulit di beberapa bagian tubuh
Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Upayakan Evakuasi 187 Orang Pendaki dari Ranu Kumbolo

Langkah ini bertujuan memperbaiki kondisi bola mata sekaligus mempercepat pemulihan jaringan yang rusak.

Evaluasi lanjutan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, dengan fokus menjaga fungsi mata dan mengendalikan peradangan.

Empat Anggota TNI Ditahan

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer TNI telah menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, menyebut keempatnya kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka diketahui berasal dari Detasemen Markas BAIS TNI.

Baca Juga:  Keracunan 28 Santri Jombang Terungkap, Telur Asin MBG Mengandung Nitrit

Presiden Prabowo: Ini Terorisme

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror terhadap demokrasi dan pembela HAM.

Ia berjanji akan mengusut tuntas hingga ke dalang di balik aksi tersebut, termasuk pihak yang memerintah atau membiayai.

“Ini terorisme. Harus kita kejar dan usut sampai tuntas. Tidak ada perlindungan bagi pelaku, termasuk jika melibatkan aparat,” tegas Prabowo.

Kasus ini kini menjadi sorotan nasional, tidak hanya karena kekerasan terhadap aktivis, tetapi juga dugaan keterlibatan aparat yang menambah tekanan publik terhadap penegakan hukum yang transparan.

Berita Terkait

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo
Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman
Khofifah Terapkan WFH ASN Jatim Setiap Rabu, Strategi Tekan Konsumsi BBM
Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN
MBG Tetap Disalurkan Sesuai Kehadiran Siswa
WFA Libur Nataru 2025/2026 Efektif Urai Kemacetan Nasional, Korlantas: Pergerakan Kendaraan Lebih Merata

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:18

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:41

Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:28

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:21

Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:18

Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16