JOMBANG, DiksiNow.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun langsung memeriksa keandalan bangunan di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang. Langkah ini menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca runtuhnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Pengecekan dilakukan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, bersama perwakilan Dinas PUPR Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jombang, Kamis 9 September 2025.
“Presiden memerintahkan kami memastikan keamanan dan keandalan bangunan pondok pesantren, terutama yang berusia tua dan dihuni ribuan santri,” ujar Dewi saat ditemui di lokasi.
Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar menjadi titik pertama peninjauan. Pesantren ini menampung lebih dari 4.500 santri dan memiliki beberapa bangunan yang telah berusia lebih dari satu abad.
“Sebagian bangunan di sini sudah berumur di atas 100 tahun, sehingga perlu pemeriksaan menyeluruh agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” jelasnya.
Selain meninjau bangunan utama, tim PUPR juga memeriksa konstruksi asrama putri baru dan sarana sanitasi yang sedang dibangun melalui program Kementerian PUPR. Semua infrastruktur pendukung turut menjadi fokus pemeriksaan.
“Bangunan lamanya secara visual masih kokoh, tetapi hasil teknisnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan struktur selesai,” tambah Dewi.
Dalam kunjungan itu, pihak pesantren juga menyampaikan rencana pembangunan aula baru. Namun, Kementerian PUPR belum merekomendasikan pembangunan vertikal atau penambahan lantai di atas struktur lama.
“Secara struktur, bangunan lama tidak memungkinkan untuk penambahan ke atas. Kami justru mendukung langkah pesantren yang memilih membangun aula di lahan baru,” pungkas Dewi.
Langkah cepat Kementerian PUPR ini menjadi bagian dari upaya nasional memastikan keselamatan ribuan santri di berbagai pondok pesantren di Indonesia.






