12 Kiai dan Santri Pahlawan Nasional: Jejak Spirit Pesantren dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DiksiNow.id – Di tengah arus sejarah yang sering kali menyoroti tokoh-tokoh militer dan politik, kiprah kiai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan kerap luput dari sorotan publik. Padahal, dari bilik pesantren hingga medan pertempuran, mereka memainkan peran penting membangun moral bangsa sekaligus mengobarkan semangat perlawanan terhadap penjajahan.

Sejak masa kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang, pesantren menjadi benteng pendidikan, kebudayaan, dan perjuangan rakyat. Di sanalah nilai cinta tanah air tumbuh, jauh sebelum istilah nasionalisme dikenal luas. Salah satu tonggak paling bersejarah adalah Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya—sebuah seruan yang memantik pertempuran heroik 10 November dan meneguhkan peran ulama-santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

Kiai dan santri bukan hanya penggerak spiritual, melainkan juga komandan lapangan. Mereka memimpin berbagai laskar seperti Hisbullah, Sabilillah, dan Mujahidin, berjuang mengusir penjajah demi tegaknya Republik Indonesia.

Baca Juga:  Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Manuver Politik di Awal Era Prabowo ?

Berikut 12 kiai dan santri pejuang kemerdekaan yang telah mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Pangeran Diponegoro

Pemimpin Perang Jawa (1825–1830) yang dikenal dengan nama Islam Abdul Hamid. Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres No. 87/TK/1973.

KH. Hasyim Asy’ari

Pendiri Nahdlatul Ulama dan pencetus Resolusi Jihad. Dianugerahi gelar Pahlawan Nasional lewat SK Presiden No. 294, November 1964.

KH. Wahid Hasyim

Putra Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, perumus Pancasila, dan Menteri Agama pertama RI. Ditetapkan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden No. 206, Agustus 1964.

KH. Zainul Arifin Pohan

Komandan Laskar Hisbullah, Wakil Perdana Menteri RI. Mendapat gelar Pahlawan Nasional melalui SK Presiden No. 35, 4 Maret 1963.

KH. Zainal Mustofa

Kiai asal Tasikmalaya yang gugur melawan penjajah Jepang. Ditetapkan Pahlawan Nasional lewat SK Presiden No. 064, November 1972.

Baca Juga:  Jerit 44 Detik Itu Berujung Duka di Trenggalek

H. Andi Mappanyukki

Raja Bone yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dan Jepang (1945–1949). Ditetapkan melalui SK Presiden No. 089, 5 November 2004.

H. Andi Djemma

Raja Luwu yang berjuang melawan kolonial Belanda (1946–1948). Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional lewat SK Presiden No. 073, 6 November 2002.

KH. Wahab Chasbullah

Pendiri NU dan Komandan Barisan Kiai, berperan besar dalam perlawanan terhadap penjajah dan penumpasan PKI 1965. Ditetapkan Pahlawan Nasional melalui SK Presiden, November 2014.

KH. As’ad Syamsul Arifin

Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, tokoh perumus berdirinya NU. Ditetapkan Pahlawan Nasional melalui SK Presiden No. 91, November 2016.

KH. Idham Chalid

Ketua Umum PBNU (1956–1984), mantan Ketua MPR RI dan Wakil Perdana Menteri. Ditetapkan Pahlawan Nasional lewat SK Presiden No. 113, 7 November 2011.

Baca Juga:  Bupati Ponorogo Tersangka, Diduga Terima Rp 2,6 Miliar dari Suap Jabatan dan Proyek RSUD

KH. Sam’un

Pejuang pesantren dalam masa Revolusi 1945–1949. Ditetapkan Pahlawan Nasional melalui SK Presiden, 8 November 2018.

KH. Masjkur

Komandan Laskar Sabilillah, anggota BPUPKI, perumus dasar negara, dan Menteri Agama RI. Ditetapkan Pahlawan Nasional melalui SK Presiden, 8 November 2019.

Warisan Spirit Pesantren

Perjuangan para kiai dan santri bukan hanya soal senjata, tetapi juga nilai tentang keikhlasan, cinta tanah air, dan pengabdian tanpa pamrih. Warisan ini terus hidup dalam peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober, sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia juga lahir dari doa dan perjuangan para ulama.

“Cinta tanah air sebagian dari iman,” begitu pesan KH. Hasyim Asy’ari yang hingga kini tetap membakar semangat para santri di seluruh pelosok negeri.

Editor : zakky

Berita Terkait

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo
Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman
Khofifah Terapkan WFH ASN Jatim Setiap Rabu, Strategi Tekan Konsumsi BBM
Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN
Kasus Penyiraman Andrie Yunus Memanas, Kepala BAIS Mundur
MBG Tetap Disalurkan Sesuai Kehadiran Siswa

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:18

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:41

Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:28

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:21

Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:18

Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16