Bocah 7 Tahun di Jombang Derita Stunting dan Bocor Jantung, Bertahan dengan Semangat Belajar

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, DiksiNow.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Tondowulan, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, hidup seorang bocah bernama Sulton (7). Tubuh mungilnya terlihat lebih kecil dibanding anak seusianya. Sejak bayi, ia harus berjuang melawan bocor jantung. Kini, kondisi itu diperparah dengan stunting yang membuat fisiknya semakin lemah.

Meski begitu, Sulton tetap berusaha menjalani hari-harinya seperti anak-anak lain. Ia masih berangkat ke sekolah dasar dengan wajah ceria, dan sore harinya mengaji di TPQ desa. Namun sering kali ia harus berhenti belajar karena tubuhnya tak kuat menahan sakit.

Baca Juga:  Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran. Gema Puan: 90 Persen Sukses, 10 Persen Jadi Evaluasi Serius

“Kalau kambuh, dia menangis lama sekali. Susah ditenangkan,” tutur Galang (30), Kepala Dusun Tondowulan, saat ditemui Jumat (26/9/2025).

Sulton tinggal bersama ibunya, Nur Azizah (34), dan neneknya yang sudah sepuh. Sejak kedua orang tuanya berpisah, Azizah memikul semua tanggung jawab keluarga. Pagi hingga sore ia bekerja sebagai buruh di pabrik pemotongan ayam di Palosari. Upah yang tak seberapa itulah yang ia gunakan untuk biaya hidup, sekolah, serta obat-obatan Sulton.

Baca Juga:  Istana Hapus Akses Liputan Wartawan CNN karena Tanya MBG ke Prabowo

“Kontrol kesehatan dilakukan rutin di puskesmas satu sampai dua minggu sekali. Tapi untuk pengobatan lanjutan belum ada, karena biaya ditanggung sendiri. BPJS belum bisa menutupinya,” jelas Galang.

Kondisi itu membuat Azizah kerap dilema. Antara memenuhi kebutuhan sehari-hari atau menabung untuk biaya pengobatan anaknya. Namun satu hal yang tak pernah padam adalah keteguhannya mendampingi Sulton.

“Nur Azizah ini sosok ibu yang kuat. Ia harus bekerja, mengurus anak, sekaligus menjaga ibunya. Kami warga hanya bisa membantu sebisanya. Tapi untuk perawatan medis lebih lanjut, tentu butuh perhatian pemerintah maupun dermawan,” lanjut Galang.

Baca Juga:  Bupati Cilacap  dan Sekda Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Suap Proyek

Di tengah keterbatasan, Sulton tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Ia ingin tetap belajar meski tubuhnya ringkih. Senyumnya selalu hadir saat ia bisa bermain atau membuka buku pelajaran.

“Semoga ada uluran tangan agar Sulton mendapat perawatan yang lebih intensif. Penyakit ini tidak bisa dianggap sepele,” pungkas Galang.

Penulis : ami

Berita Terkait

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo
Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman
Khofifah Terapkan WFH ASN Jatim Setiap Rabu, Strategi Tekan Konsumsi BBM
Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN
Kasus Penyiraman Andrie Yunus Memanas, Kepala BAIS Mundur
MBG Tetap Disalurkan Sesuai Kehadiran Siswa

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:18

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:41

Viral! Bahlil Ajak Warga Irit LPG, Matikan Kompor Setelah Masak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:28

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertalite dan Solar Tetap Aman

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:21

Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:18

Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Bahas Efisiensi hingga WFH ASN

Berita Terbaru

Daerah

NasDem Jombang Didesak Respons Isu Tempo

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:18

Daerah

Perdana, Orado Jombang Gelar Turnamen Kejurcab Domino

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:16