JOMBANG, DiksiNow.id – Pengakuan santri mengarah pada dugaan telur asin sebagai pemicu keracunan massal di Pondok Pesantren Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Salah satu santri, Aziza Putri Salsabila asal Surabaya, mengaku merasakan pusing dan muntah tidak lama setelah menyantap menu berbuka puasa.
“Tidak lama setelah makan saya merasa pusing lalu muntah. Kemarin cuma makan rawon sama telur asin,” ujarnya.
Aziza juga mencium bau tidak biasa dari telur asin yang dimakan saat berbuka.
“Baunya lumayan menyengat dan rasanya berbeda dari telur asin yang biasa dimakan. Tapi tetap saya makan karena sedang lapar,” katanya.
Pengasuh pondok pesantren, Muhammad Adam, juga menyebut sebagian santri yang tidak mengonsumsi telur asin tidak mengalami gejala serupa.
“Yang tidak makan telur asin, termasuk saya, hanya makan rawon dan tidak mengalami apa-apa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Dwi Riski Wulandari, mengatakan puluhan santri masih menjalani perawatan dan observasi medis. Secara umum kondisi para santri tidak tergolong berat.
Penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para santri.






